Penggunaan Jamban Sehat
Pilar kedelapan GERMAS mendorong seluruh masyarakat Indonesia untuk membiasakan penggunaan jamban sehat sebagai bagian dari sanitasi lingkungan yang baik dan higienis.
Mengapa Jamban Sehat Penting?
Buang air besar sembarangan masih menjadi masalah sanitasi yang serius di beberapa wilayah Indonesia, terutama di daerah pedesaan dan kawasan padat penduduk. Praktik ini menjadi sumber utama pencemaran lingkungan dan penyebaran penyakit berbasis lingkungan seperti diare, kolera, tifus, dan infeksi cacing yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.
Kriteria Jamban Sehat
Jamban sehat memiliki kriteria sebagai berikut:
Tidak mencemari sumber air minum dan lingkungan sekitar
Tidak mengundang lalat, nyamuk, kecoa, dan hewan pembawa penyakit lainnya
Tidak menimbulkan bau yang mengganggu
Mudah dibersihkan dan aman digunakan
Dilengkapi dinding dan atap pelindung untuk menjaga privasi pengguna
Tersedia air, sabun, dan sarana cuci tangan yang memadai
Cuci Tangan Pakai Sabun
Kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) setelah menggunakan jamban merupakan tindakan pencegahan paling efektif untuk memutus rantai penularan penyakit berbasis feses. GERMAS mendorong pembiasaan CTPS di seluruh lapisan masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan keluarga.
Program GERMAS di Bidang Sanitasi
GERMAS mendukung program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang mencakup pembangunan jamban sehat, kampanye Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS), serta edukasi kebersihan dan higiene di tingkat rumah tangga dan komunitas di seluruh wilayah Indonesia.
