Aktivitas Fisik

Pilar pertama GERMAS mendorong masyarakat Indonesia meningkatkan kebiasaan bergerak aktif. Selain itu, GERMAS mengajak masyarakat berolahraga secara rutin dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa Melatih Fisik Penting?

Gaya hidup kurang gerak menjadi faktor risiko utama penyakit tidak menular. Penyakit tersebut mencakup obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung. Selain itu, Data Riskesdas menunjukkan sebagian besar penduduk Indonesia belum memenuhi rekomendasi aktivitas fisik harian. Oleh karena itu, WHO menetapkan standar olahraga yang GERMAS adopsi dalam programnya.

Rekomendasi Aktivitas Fisik

GERMAS mengadopsi panduan WHO sebagai acuan rekomendasi gerak tubuh. Berikut rincian rekomendasi untuk setiap kelompok usia.

Anak-anak dan Remaja (5–17 tahun) Anak-anak perlu melakukan latihan fisik minimal 60 menit setiap hari. Aktivitas tersebut mencakup bermain aktif, olahraga, dan kegiatan fisik terstruktur lainnya.

Dewasa (18–64 tahun) Orang dewasa perlu melakukan aktivitas tubuh intensitas sedang minimal 150 menit per minggu. Selain itu, mereka dapat memilih aktivitas intensitas berat minimal 75 menit per minggu sebagai alternatif.

Lansia (65 tahun ke atas) Lansia perlu melakukan latih fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu. Selain itu, mereka perlu memprioritaskan latihan keseimbangan dan kekuatan untuk mencegah risiko jatuh.

Jenis Aktivitas Fisik yang Dianjurkan

  • Jalan kaki minimal 30 menit per hari

  • Bersepeda sebagai sarana transportasi maupun olahraga

  • Senam aerobik dan senam kesehatan

  • Olahraga tim seperti sepak bola, bola voli, dan bulu tangkis

  • Renang dan aktivitas air lainnya

  • Latihan kekuatan dan fleksibilitas

Program GERMAS di Bidang Latih Fisik

Pemerintah melalui GERMAS mendorong pelaksanaan kegiatan kesegaran jasmani bersama di komunitas. Selain itu, program ini juga menyasar tempat kerja, sekolah, dan fasilitas publik di seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut meliputi senam pagi bersama, car free day, dan gerak jalan sehat. Dengan demikian, masyarakat Indonesia memiliki akses yang lebih luas untuk berolahraga setiap hari.

Scroll to Top