Gizi Seimbang
Pilar kedua GERMAS mendorong masyarakat untuk mengonsumsi makanan bergizi, beragam, dan seimbang sesuai kebutuhan tubuh sebagai fondasi utama kesehatan jangka panjang.
Mengapa Gizi Seimbang Penting?
Masalah gizi di Indonesia bersifat ganda di satu sisi masih terdapat masalah kekurangan gizi, stunting, dan anemia, sementara di sisi lain meningkat pula masalah kelebihan gizi dan obesitas. Kedua kondisi ini sama-sama berdampak negatif terhadap kualitas hidup, produktivitas, dan kesehatan masyarakat jangka panjang.
Prinsip Gizi Sepadan
Gizi seimbang bukan sekadar tentang jumlah kalori, tetapi tentang keragaman dan proporsi makanan yang dikonsumsi setiap hari. Pedoman nutrisi seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan:
Konsumsi makanan pokok sebagai sumber karbohidrat yang beragam
Konsumsi lauk pauk sumber protein hewani dan nabati yang cukup
Konsumsi sayuran minimal 3 porsi per hari
Konsumsi buah-buahan minimal 2 porsi per hari
Minum air putih minimal 8 gelas per hari
Batasi konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai anjuran
Pesan Gizi Setara
Kementerian Kesehatan RI melalui GERMAS mempromosikan pesan nutrisi seimbang yang dikenal dengan istilah “Isi Piringku” panduan visual yang menggambarkan proporsi makanan ideal dalam satu piring makan, terdiri dari 50 persen sayur dan buah serta 50 persen sisanya adalah makanan pokok dan lauk pauk.
